Tangiang Borhat-Borhat untuk Sairon Sinaga, Doa dan Dukungan Mengiringi Langkah Menuju Ketum PPTSB 2026–2030


Jakarta- Suasana penuh doa dan harapan mewarnai pelaksanaan "Tangiang Borhat-Borhat" yang digelar untuk mengiringi langkah Amang Sairon Sinaga/br Nainggolan menuju pencalonan sebagai Ketua Umum (Ketum) PPTSB periode 2026–2030, Minggu (4/10/2026) di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Martin Lukito secara khusus memimpin doa bagi Sairon Sinaga/Br Nainggolan. Doa tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian acara sebagai ungkapan permohonan kepada Tuhan Yesus agar setiap langkah yang ditempuh Sairon Sinaga dalam proses menuju kepemimpinan PPTSB diberikan kelancaran, kekuatan, serta penyertaan Tuhan.

Doa dan dukungan yang disampaikan tidak hanya dimaknai sebagai bentuk penguatan secara spiritual, tetapi juga mencerminkan harapan agar proses menuju kepemimpinan PPTSB periode 2026–2030 berlangsung dengan baik, penuh sukacita, dan tetap mengedepankan kebersamaan.



Pdt. Martin Lukito secara khusus memohon berkat Tuhan bagi Sairon Sinaga/br Nainggolan. Ia mendoakan agar perjalanan menuju kontestasi kepemimpinan PPTSB dapat berjalan lancar dan setiap tahapan yang akan dihadapi diberikan kemudahan.

Momentum Tangiang Borhat-Borhat tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan arahan dan pandangan mengenai langkah ke depan. Ketua Dewan Pembina PPTSB Pusat, Mangihut Sinaga, SH., MH., turut memberikan arahan kepada keluarga dan para pendukung Sairon Sinaga.

Arahan tersebut menjadi bagian dari penguatan menjelang proses pemilihan Ketua Umum PPTSB periode 2026–2030. Kepemimpinan dalam organisasi sebesar PPTSB bukan hanya menyangkut persoalan jabatan, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab menjaga kebersamaan, membangun organisasi, serta memperkuat hubungan antarkeluarga dan anggota.
Sairon Sinaga/br Nainggolan. 

Radiapoh Sinaga, mantan Bupati Simalungun juga turut memberikan arahan dalam kesempatan tersebut. Kehadiran dan penyampaian arahan dari sejumlah tokoh menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang mengiringi langkah Sairon Sinaga.

Doa dan Harapan untuk Kepemimpinan PPTSB

Bagi keluarga dan para pendukungnya, perjalanan menuju posisi Ketua Umum PPTSB periode 2026–2030 diharapkan tidak sekadar menjadi sebuah agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Lebih dari itu, proses tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh keluarga besar PPTSB.

Karena itu, Tangiang Borhat-Borhat memiliki makna tersendiri. Doa menjadi landasan spiritual sebelum seseorang menjalankan sebuah tanggung jawab yang lebih besar. Dukungan yang diberikan pun diharapkan tetap berjalan dalam suasana kekeluargaan serta menghormati seluruh proses organisasi.

Sairon Sinaga bersama br Nainggolan diharapkan mampu menjalani seluruh tahapan menuju pemilihan Ketua Umum PPTSB dengan keteguhan hati dan semangat kebersamaan.

Harapan yang disampaikan dalam acara tersebut adalah agar langkah Sairon Sinaga menuju Ketua Umum PPTSB periode 2026–2030 diberikan kelancaran dan kesuksesan, serta seluruh prosesnya berlangsung dengan penuh sukacita.

Dengan doa dan dukungan yang mengiringi, perjalanan tersebut kini menjadi bagian dari dinamika menuju kepemimpinan PPTSB periode 2026–2030. Apa pun hasil akhirnya, proses tersebut diharapkan tetap menjaga persaudaraan, persatuan, dan kekompakan keluarga besar PPTSB.

Semoga langkah Amang Sairon Sinaga/br Nainggolan menuju Ketua Umum PPTSB periode 2026–2030 berjalan sukses, lancar, dan senantiasa dalam penyertaan Tuhan.

Mubes PPTSB akan berlangsung di Hotel Danau Toba Kota Medan 30 Oktober 2026 hingga 1 November 2026. Mubes PPTSB ini akan dihadiri ratusan pengurus PPTSB Cabang dan Wilayah di seluruh wilayah Indonesia.  (AsenkLeeSaragih/Infokom PPTSB)

 















0 Komentar