Karawang- Pelantikan Pengurus Wilayah Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) Provinsi Jawa Barat periode 2026–2030 bukan sekadar agenda seremonial organisasi kekerabatan. Momentum yang digelar di Aula Husni Hamid, Pemerintah Kabupaten Karawang, Minggu (19/4/2026), ini mencerminkan upaya memperkuat peran sosial, budaya, dan kebangsaan di tengah masyarakat yang semakin majemuk dan dinamis.
Pelantikan yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum PPTSB se-Dunia, Ir. Edison Sinaga, menandai dimulainya kepemimpinan baru di bawah Jonson Sinaga. Dalam konteks organisasi berbasis marga, keberlanjutan kepemimpinan bukan hanya soal regenerasi struktural, tetapi juga keberlanjutan nilai-nilai solidaritas, identitas, dan kontribusi sosial.
Ketua Panitia Pelantikan, Robet Sinaga, menegaskan bahwa seluruh proses telah melalui mekanisme organisasi yang sah melalui Musyawarah Wilayah (Muswil), sebagai forum tertinggi dalam menentukan arah kepengurusan.
Proses ini menunjukkan bahwa PPTSB tidak hanya bertumpu pada ikatan genealogis, tetapi juga mengedepankan tata kelola organisasi modern yang partisipatif. Regenerasi yang dilakukan secara berkala setiap empat tahun menjadi kunci menjaga relevansi organisasi di tengah perubahan sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi berbasis kekerabatan seperti PPTSB menghadapi tantangan untuk tetap eksis dan adaptif, terutama di wilayah urban seperti Jawa Barat yang memiliki tingkat heterogenitas tinggi.
Peran Strategis dalam Kehidupan Sosial dan Pemerintahan
Salah satu pesan utama dalam pelantikan ini adalah komitmen PPTSB untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Hal ini sejalan dengan harapan perwakilan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karawang, R. Roni Sukmaya, yang menilai organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting dalam pembinaan masyarakat dan penguatan kontrol sosial.
Peran tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan sosial, mulai dari polarisasi masyarakat, menurunnya kohesi sosial, hingga kebutuhan akan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ketua PPTSB Jawa Barat, Jonson Sinaga, menyatakan bahwa kepengurusan baru akan mengadopsi semangat “Jawa Barat Istimewa” sebagai arah gerak organisasi. Fokus utama diarahkan pada sinergi dengan program pemerintah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia.
Langkah ini menunjukkan adanya pergeseran orientasi organisasi kekerabatan dari sekadar wadah internal menjadi aktor sosial yang berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Simbol Toleransi dan Sinergi Antaragama
Dimensi lain yang mengemuka dalam pelantikan ini adalah penekanan pada nilai toleransi antarumat beragama. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang, Dr. H. Masykur, memaknai “Sinaga” sebagai akronim dari Sinergitas Antar Agama.
Makna simbolik ini memperlihatkan bagaimana identitas kultural dapat diinterpretasikan ulang menjadi kekuatan pemersatu dalam konteks keberagaman Indonesia.
Di tengah meningkatnya tantangan terhadap kerukunan sosial di berbagai daerah, kehadiran organisasi seperti PPTSB yang menjunjung tinggi nilai toleransi menjadi penting sebagai penyangga harmoni sosial.
Organisasi Marga dalam Perspektif Modern
Ketua Umum PPTSB se-Dunia, Ir. Edison Sinaga, menegaskan bahwa PPTSB merupakan organisasi sosial yang akan terus mendukung program pembangunan pemerintah.
Pernyataan ini menegaskan posisi organisasi marga dalam perspektif modern: tidak lagi eksklusif, tetapi inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor.
Dengan jumlah anggota yang tersebar di berbagai daerah, PPTSB memiliki potensi besar sebagai jaringan sosial yang mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial budaya.
Saat ini, PPTSB Jawa Barat telah mencakup 10 kabupaten/kota. Namun, tantangan ke depan adalah memperluas jangkauan organisasi sekaligus menjaga kualitas keterlibatan anggota.
Ekspansi organisasi tidak hanya soal kuantitas wilayah, tetapi juga kualitas program dan dampaknya bagi masyarakat. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, serta menjaga nilai-nilai dasar organisasi.
Dukungan dari pemerintah daerah, termasuk fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang dan Bupati H. Aep Syaepulloh, menjadi faktor pendukung penting dalam pengembangan organisasi ke depan.
Pelantikan PPTSB Jawa Barat periode 2026–2030 menjadi refleksi bagaimana organisasi kekerabatan tetap memiliki relevansi di era modern. Dengan menggabungkan nilai tradisional dan pendekatan progresif, PPTSB berpotensi menjadi kekuatan sosial yang tidak hanya menjaga identitas, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan dan kerukunan masyarakat.
.jpg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


0 Komentar