Mereka Menamainya PPTSB Wilayah Jakarta Baru


Pada
tanggal 3 Mei 2025, PPTSB Wilayah Jakarta Sekitarnya (JRS) melaksanakan Muswil. Agenda 4 tahunan untuk memilih pengurus baru. Tempatnya di Gedung BPU Sejahtera.

Ada 2 orang yang bersedia sebagai calon ketua wilayah untuk menggantikan Pontas Sinaga. Kedua orang tersebut sama-sama wakilnya Pontas Sinaga. Yang pertama Guntur Sinaga (Wakil ke-2 sekaligus merangkap sebagai Ketua Cabang Jakarta Selatan) dan yang kedua Asbon Sinaga (wakil ke-3 JRS periode 2021-2025). 

Yang hadir pada Muswil ini cukup ramai. Para penasehat, pengurus pusat, wilayah dan perwakilan  dari 11 cabang JRS.  Sayang, Muswil ini gagal. Sampai siang hari kedua belah pihak tidak sepaham  tentang berbagai hal muswil. Misalnya, tentang peserta, peninjau, yang punya hak mengajukan calon dll.

Senin, 18 Agustus 2025, Muswil JRS  diulang lagi. Pelaksananya pengurus PPTSB Pusat. Puji Tuhan, walau cukup alot, pemilihan  calon ketua dapat dilaksanakan dengan cara voting. Dari 47 suara yang masuk, Bpk Asbon Sinaga unggul 4 suara dibandingkan dengan Bpk Guntur Sinaga. Bpk Asbon menang.

Minggu 31 Agustus 2025, Bpk Asbon beserta jajarannya dilantik. Pelantikan yang dilaksanakan oleh pengurus pusat tersebut bertempat di Gedung Gorga 4 Cililitan.

Walaupun sudah dilaksanakan pelantikan, suasana antara kedua belah pihak belum kondusif. Bpk Guntur merasa ada sesuatu yang membuatnya kalah. Beliau belum/tidak menerima kekalahannya. 

Di Depok, hal yang lebih kurang sama terjadi. Yang kalah tidak menerima kemenangan rivalnya. Bulan Oktober 2023 dilaksanakan Muscab Depok.

Waktu itu ada 3 orang yang bersedia sebagai calon ketua cabang. Katakanlah si A, B, dan C. Pemilihan dilaksanakan secara voting. Suara terbanyak diperoleh C. 

C mengundurkan diri dan suara yang diperolehnya dilimpahkan kepada B. B menjadi pemenang dan dilantik bulan Maret 2024 dengan jumlah anggota 329 kk/11 sektor.

A tidak menerima kemenangan B, bahkan A beserta kelompoknya mendirikan sektornya sendiri dan tidak bergabung dengan Cabang Depok yang sudah dilantik. 

A beserta pendukungny di Depok, berkomunikasi dengan Bpk Guntur Sinaga. Hasilnya, sektornya A ditingkatkan menjadi Cabang setelah terlebih dahulu memekarkan sektor tersebut menjadi 2 atau 3 sektor.

Sektornya A yang ditingkatkan menjadi Cabang tersebut dinamai PPTSB Cabang JAGADEKA DEPOK KOTA. Pengurus Cabang ini dilantik pada hari Minggu 1 Februari 2026 oleh ketua Wilayah Jawa Barat dengan jumlah keseluruhan anggota antara 27 sd 40 kk. Dengan demikian ada 2 PPTSB Cabang di Depok. 

Jakarta Selatan yang sebelumnya hanya 1 cabang, dimekarkan menjadi 2 cabang. Cabang Jakarta Selatan 1 dan 2. Pelantikan pengurus Jakarta Selatan 2 dillaksanakan tanggal 3 Februari 2026. Yang melantik adalah penasehat PPTSB Pusat, Bpk Jimmi Palmer.

PPTSB Cabang Jagadeka Depok Jawa Barat bergabung dengan PPTSB Jakarta Selatan 1 dana 2 dan  membentuk PPTSB Wilayah yang mereka namai PPTSB Wilayah Jakarta Baru.

PPTSB Wilayah Jakarta Baru melaksanakan muswil I tanggal 22 Februari 2026. Tempat Muswil Ronatama Caonvention Hall Depok. 

Pelantikan terhadap pengurus PPTSB Wil Jakarta Baru (ketua Bpk Guntur Sinaga) dilaksanakan kemarin, Minggu 8 Maret 2026 di Gedung Ronatama Depok. Yang melantik bukan dari pihak PPTSB Pusat. 

Kalau kita lihat dari Video yang dikirim seseorang, yang melantik adalah Bpk Saibun Sinaga didampingi Bpk Sahat Maruli Sinaga.

Tanggal 18 Februari 2026, Bpk Guntur saya tanya. Bohado anggia molo so olo pengurus pusat melantik hamuna? Penasehat siap bang. Boha muse molo so diakui hamuna (PPTSB Wil Jkt Baru)? Kami mandiri bang, jawab Bpk Guntur tegas.

REFLEKSI

Salah satu kegitan rutin di dalam PPTSB adalah memilih pengurus baru. Kegiatan empat tahunan tersebut berlaku mulai tingkat sektor sampai dengan pusat. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 1966 dan frekwensinya meningkat tajam  sejak tahun 2010.

Kalau dihitung keseluruhan, mulai dari sektor hingga pusat, kegitan ini sudah ratusan kali kita laksanakan di seluruh Indonesia. Pada umumnya berjalan aman dan lancar serta menghasilkan pengurus baru. 

Bahwa ada riak, ada ketidakpuasan dan ada protes selama dan sesudah proses pemilihan, itu merupakan dinamika dalam suatu organisasi.  Faktornya bisa karena sosialisasi yang kurang, SDM, atau mungkin karena curang, dianggap tidak adil.

Riak dan ketidakpuasan tersebut pada umumnya hanya sesaat dan tidak menimbulkan gejolak yang berarti. Beda jauh dan bahkan di luar dugaan dengan apa yang terjadi di Jakarta pada awal tahun ini.

Bila seseorang kurang/tidak menerima kekalahannya, salah satu penentu adalah kepribadian/sikap. Ada dua kepribadian dasar yang seharusnya dimiliki para calon ketua di PPTSB. 

Pertama, memiliki kepribadian senang melayani (amanah). PPTSB adalah organisasi sosial. Oleh karena itu para calon ketua yang diharapkan adalah orang-orang mau mengurusi para warganya. Membantu warganya sesuai aturan organisasi. 

Kalau sifat melayani ada, kalaupuan dia kalah dalam kontestasi, dia akan bisa menerima kekalahannya dan tetap berusaha melayani sesuai kapasitasnya. 

Kedua, bangga terhadap PPTSB. Calon ketua pada PPTSB sebaiknya orang-orang yang betul-betul bangga terhadap PPTSB. Dengan kebanggaan ini dia akan berusaha menjaga, membesarkan dan mengembangkan PPTSB. Dia akan tetap berusaha mengikuti  AD/ART dalam menjalankan roda organisasi. Tidak akan merusak/menabrak tatanan PPTSB sesuai keinginan pribadi atau kelompok. 

Sonari sungkun-sungkun: Banggakah Bapak/Ibu dengan keberadaan PPTSB saat ini?
Mauliate, Horas. 

Drs Albertus Sinaga MPd
Waketum 2 PPTSB Pusat

0 Komentar