![]() |
| Foto-Foto IST (GWA PPTSB Jambi) |
JAMBI - Suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan nilai-nilai adat Batak mewarnai pelaksanaan Ulaon Pangoli Anak keluarga besar Ir. A. Sinaga / Br. Tampubolon (Bp. Cita) kepada boru dari keluarga Raja Tamba, yakni Briptu Mikael Hamonangan Sinaga dengan Tri Berliana Br Tamba SKep yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Gedung Asini Roha, Kotabaru, Kota Jambi.
Prosesi adat yang sarat makna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kehidupan kedua mempelai, sekaligus menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar dalam ikatan yang tidak hanya bersifat kekeluargaan, tetapi juga budaya dan spiritual.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur perkumpulan marga Batak yang ada di Provinsi Jambi. Kehadiran para undangan mencerminkan kuatnya semangat persaudaraan dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat perantauan.
Dalam pelaksanaan adat tersebut, keluarga Ir. A. Sinaga dan Br. Tampubolon (Bp. Cita) yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh dalam komunitas Batak (PPTSB) di Jambi, menjalankan seluruh rangkaian acara sesuai dengan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Momen ini juga mendapat perhatian dari keluarga besar PPTSB Wilayah Provinsi Jambi, mengingat Bapak Cita selama ini dikenal sebagai salah satu penasehat organisasi tersebut.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat Batak menjadi bukti bahwa adat dan budaya tetap memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat, sekalipun berada jauh dari kampung halaman.
![]() |
Lebih dari sekadar seremoni adat, Ulaon Pangoli Anak menjadi sarana mempererat hubungan antarkeluarga, memperkuat silaturahmi, serta menanamkan nilai penghormatan kepada orang tua dan leluhur. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Batak di tengah perkembangan zaman.
Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara. Doa dan harapan terbaik dipanjatkan agar kedua mempelai dapat membangun rumah tangga yang harmonis, diberkati, serta menjadi teladan bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan keimanan.
Pelaksanaan Ulaon Pangoli Anak ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adat istiadat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang terus hidup dan berkembang melalui kebersamaan keluarga serta komitmen untuk melestarikannya dari generasi ke generasi.(AsenkLeeSaragih)
![]() |
| Foto-Foto IST (GWA PPTSB Jambi) |
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)




0 Komentar