TAPANULI UTARA — Kepedulian dan semangat persaudaraan ditunjukkan Pengurus Pusat Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) dengan menyalurkan bantuan tali asih kepada 78 kepala keluarga (KK) pomparan Sinaga yang terdampak bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Sekretariat PPTSB Tapanuli Utara, Kamis (8/1/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PPTSB Ir Edison Sinaga bersama Sekretaris Jenderal Edward Sinaga dan Bendahara Sadar Sinaga.
Sebelum bantuan disalurkan, kegiatan diawali dengan prosesi adat berupa pemberian beras sipir ni tondi dan pisang sitonggi-tonggi. Tradisi kearifan lokal Batak ini dimaknai sebagai penguatan moril dan doa agar para keluarga terdampak diberi ketabahan serta kekuatan menghadapi masa sulit pascabencana.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai. Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami masing-masing keluarga, mulai dari kerusakan ringan hingga rusak total, termasuk dampak terhadap lahan pertanian.
Ketua Umum PPTSB Ir Edison Sinaga menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar Sinaga terhadap sesama pomparan yang sedang mengalami musibah.
“Bantuan ini adalah wujud peduli kasih dan persaudaraan. Kita semua satu dalam penderitaan. Bantuan ini berasal dari donasi seluruh pomparan Sinaga,” ujar Edison Sinaga.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban serta menjadi penyemangat dalam proses pemulihan pascabencana. Edison juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Sinaga di berbagai daerah, termasuk pengurus sektor, PPTSB Tapanuli Utara, Sumatera Utara, hingga Pengurus Pusat, yang telah berpartisipasi aktif dalam penggalangan dana.
Ketua PPTSB Tapanuli Utara, Kijo Sinaga, menjelaskan bahwa bencana alam yang melanda Taput terjadi pada 25–26 November 2025 dan berdampak pada sejumlah kecamatan.
“Sebanyak 78 KK menerima bantuan, masing-masing berasal dari Kecamatan Parmonangan 13 KK, Simangumban 7 KK, Purba Tua 25 KK, Tarutung 10 KK, dan Adiankoting 23 KK,” jelas Kijo.
Ia menambahkan, para penerima bantuan merupakan keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan, rusak sedang, rusak berat, hingga rusak total. Selain itu, bencana juga merusak lahan pertanian seperti ladang dan persawahan yang menyebabkan gagal panen.
Selain penyaluran bantuan kepada 78 KK, PPTSB juga akan memberikan bantuan tali asih khusus kepada ahli waris satu keluarga warga Dusun Sitongitongi, Desa Pertengahan, Kecamatan Parmonangan. Keluarga tersebut terdiri dari suami, istri, dan tiga anak yang meninggal dunia akibat tertimbun longsor.

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)




0 Komentar